Amut's Blog

Blog about music, books, movies or other things which Amut is interested

Blackhat, a review

Ditengah panasnya konflik antara KPK dan Polri, sepertinya Pak Jokowi lupa dengan film ini yang pernah syuting di Jakarta tahun 2013 lalu. Karena itu juga saya penasaran sama film ini, walaupun banyak review yang bilang film ini gak bagus-bagus amat. But, hey, it’s worth to try, right?

Movie poster

Movie poster

Blackhat semula diberi judul Cyber, tapi kemudian berganti nama pada saat proses post-production. Selain karena mengambil lokasi syuting di negara kita tercinta, film ini juga dibintangi oleh Chris Hemsworth yang merupakan salah satu aktor favorit saya hehe…modus banget ya.

Chris Hemsworth as Nick Hathaway

Chris Hemsworth as Nick Hathaway

Blackhat menceritakan seorang hacker yang pada awal film mengacaukan sistem PLTN di China sehingga membuat reaktor nuklir di tempat itu meledak. Adalah Chen Dawai (Leehom Wang) yang merupakan spesialis criminal cyber di China yang bisa menemukan keganjilan dari meledaknya reaktor nuklir. Dawai mengajak adik perempuannya, Chen Lien (Wei Tang) untuk membantunya menyelidiki kasus ini.

Wei Tang dan Leehom Wang as Chen Lien and Chen Dawai

Wei Tang dan Leehom Wang as Chen Lien and Chen Dawai

Di lain tempat, terjadi kekacauan di bursa efek dan setelah ditelusuri ternyata modusnya sama dengan modus di reaktor nuklir. Dawai yang menyadari ini bukan kasus peretasan biasa, akhirnya meminta pihak berwajib US untuk membebaskan seorang hacker yang dia anggap mampu menyaingi kehebatan si villain hacker. Disinilah Nick Hathaway yang diperankan oleh Chris Hemsworth muncul…jeng…jeng…

Chris and Wei

Chris and Wei

Dari segi plot, di 41 menit awal memang rada boring, adegan action nya baru nongol setelah film berjalan di menit ke 42. Akting dua bintang Asia, Leehom dan Wei, surprisingly bisa ngimbangin Chris dan juga beberapa aktor pendukung lainnya. Bahkan Chen Dawai jadi karakter favorit saya dan di beberapa scene bisa bikin Chris rada kelelep. Wei acts as Nick’s love interest and she also has an…ahem moment with Chris. Damn! Lucky girl. Yang lucu pas lagi asik-asik adegan tembakan tiba-tiba si anak buah villain nya ada yang bicara bahasa Indo “sepertinya tidak bertahan lama, bos” dan asli saya ngakak haha…twistnya juga bikin gak nyangka, walaupun bisa ditebak who are the last characters standing.

Yang paling menyita perhatian tentu saja ketika setting sudah di Jakarta. Sekilas diperlihatkan ondel-ondel. Ada juga Pelabuhan Sunda Kelapa, Monas, Masjid Istiqlal, dan itu gedung Askrindo hehe… Bank fiktif juga ada, Bank Centra Agatis dan Bank Rya…nice try, Mr. Director. Yang absurd adalah betapa cepatnya koneksi internet di negara kita ini terlihat dari adegan ketika Nick dan Lien sedang mulai beroperasi dengan kelihaian mereka meretas. Kemudian pada saat Lien datang ke bank pura-pura ada meeting padahal mau ngehack, adegan berpindah ke Nick yang bermain dengan laptopnya untuk mengacaukan sistem si bank dan beberapa detik kemudian Lien sudah sampai di tempat Nick lagi. Wow, gak kejebak macet ya, neng? Hehe…

Well, it’s not really a brilliant movie, tapi bisa jadi eye-opener seperti apa hacker itu sebenarnya. Tapi, jangan dicontoh loh ya 😉

Nilai: 5,5/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 13, 2015 by in Movie, Review and tagged , , , .
<script type="text/javascript">
var uid = '67830';
var wid = '125069';
</script>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.popcash.net/pop.js"></script>
%d bloggers like this: