Amut's Blog

Blog about musics, books, movies or other things which Amut are interested

Rurouni Kenshin, sang hitokiri yang memilih untuk bertobat

“We all live and die by the sword. This will never change for us.” – Hajime Saitoh to Himura Kenshin

Yup, memang bukan film baru, tapi ada request buat saya untuk review film pertama dari si ahli pedang ini so here it is…

Rurouni_Kenshin-p2

Movie poster

Rurouni Kenshin adalah film pertama dari trilogi Kenshin Himura yang diadaptasi dari manga menjadi tiga film. Film pertama ini memperkenalkan Kenshin kepada para penonton, baik yang sudah pernah baca manga dan nonton animenya ataupun yang belum. Film dibuka dengan pertempuran di hutan bersalju dengan seseorang berambut merah panjang dengan rambut dikuncir kuda. Adegan berganti sebentar dengan seseorang lagi berambut hitam yang juga bertempur di tempat yang sama. Ketika pertempuran berhenti dan kemenangan didapat, sang pria berambut hitam menantang si ahli pedang berambut merah, namun yang disebutkan terakhir hanya menancapkan pedangnya ke tanah yang bersalju dan pergi meninggalkan sang pria. Beberapa saat kemudian, di tengah padang hutan yang sunyi dan korban yang berjatuhan, satu sosok bangun dan berjalan tertatih-tatih dan menghampiri pedang yang tertancap ke tanah. Sosok itu menyadari bahwa pedang yang ia sentuh adalah pedang milik Hitokiri Battousai.

Prolog awal inilah yang akhirnya menjadi inti cerita film Rurouni Kenshin hingga akhir. Tentunya kita akan ketemu dengan empat karakter lainnya yang menjadi keluarga baru Kenshin. Siapa lagi kalau bukan Sanosuke Sagara, Yahiko Myojin, Megumi Takani, dan tentunya si cantik Kaoru Kamiya, yang bagi para fans Kenshin gadis inilah yang berperan besar membantu Kenshin secara moral di semua pertempuran dan tentunya gadis yang mencuri hati sang mantan hitokiri.

Kenshin and Kaoru. First rule on getting close to your girl, return her handkerchief.

Kenshin and Kaoru. First rule on getting close to your girl, return her handkerchief.

Before Shisio, there's Jin-eh.

Before Shisio, there’s Jin-eh.

Tentunya kita akan langsung melihat perubahan dari gaya rambut Kenshin, yang juga merupakan penanda niatnya untuk menebus kesalahannya, yang cukup signifikan untuk para fans juga. Di saat ia masih menjadi hitokiri, rambut Kenshin masih dikuncir kuda sedangkan di saat ia memutuskan menjadi rurouni, rambutnya hanya dikuncir biasa. Di akhir manga pun rambut Kenshin kembali berubah setelah menikahi Kaoru dan memiliki putra. Well, silahkan cek manganya ya…online juga bisa ehee….

Ok, so dari ketiga film Kenshin, memang film yang pertama ini yang masih ada unsur manganya. Waktu pertama kali saya lihat pun it’s like a dream come true melihat salah satu karakter manga favorit saya akhirnya goes live action. Ditambah pemilihan aktornya juga sangat pas. Saya jarang melihat film Jepang, tapi saya pernah lihat Takeru Satoh-kun di serial Kamen Rider Den-O, yang ternyata dibuat 4 tahun sebelum dia jadi Kenshin Himura. Adegan yang paling berkesan untuk saya di film ini adalah ketika Kenshin menolong Kaoru menyelamatkan dojonya yang diserang para preman. Kalau di manga dan anime cuma bisa ngebayangin, nah di film ini kita bisa lihat real nya dan asli TE-O-PE BE-GE-TE!

Cerita Kenshin di manganya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Tokyo Arc, Kyoto Arc, dan yang terakhir Jinchuu Arc. Kyoto Arc diambil untuk film kedua dan ketiga, sedangkan film pertama pastinya mengambil Tokyo Arc. Dari segi plot memang lebih rapi, karena film ini mengambil bagian dimana memang perkenalan Kenshin dan juga kemampuannya dalam bermain pedang. Untuk sebuah film yang diadaptasi dari manga dan anime terkenal, film ini terbilang sukses adaptasinya dan juga diakui diluar Jepang. Terlihat dari animo fans di Manila yang beruntung bisa ketemu para aktor Rurouni Kenshin sewaktu mereka promo untuk Kyoto Inferno/Legend Ends bulan Agustus 2014 lalu. Berbeda dengan film adaptasi lainnya seperti Dragon Ball atau The Last Airbender yang ambruk di pasaran. Jujur awalnya sempat skeptis juga, apalagi image Takeru yang saya ingat dari serial Kamen Rider Den-O itu tipe cowok cantik yang disenggol sedikit langsung ambruk. Tapi begitu melihat filmnya langsung sadar anggapan saya salah. Takeru bisa jadi Kenshin Himura dengan dual personality nya. Bisa cupu dan juga garang. Ahhh….aishiteru, Takeru haha…

This movie is truly the best adaptation from a story based on manga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 2, 2015 by in Movie, Review and tagged , .
<script type="text/javascript">
var uid = '67830';
var wid = '125069';
</script>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.popcash.net/pop.js"></script>
%d bloggers like this: