Amut's Blog

Blog about musics, books, movies or other things which Amut are interested

Into The Woods, be careful what you wish for

Satu lagi film nominasi Oscar 2015 yang sudah saya tonton, tapi baru sempat review sekarang. Film yang ternyata musikal, tapi lebih mudah dicerna dibanding Les Miserables.

Movie poster

Movie poster

Agak susah juga mau review bagian apanya karena seperti tipikal film musikal, pastinya satu film penuh dengan nyanyian. Susah juga mau cerita plotnya karena kalau dibuka malah bikin spoiler…

Oke, intinya ada seorang tukang roti dan istrinya yang ingin punya anak, tapi masih belum berhasil. Impian mereka ini didengar oleh seorang penyihir yang bisa mengabulkan permintaan mereka dengan syarat membawa empat barang ke dalam hutan (Into The Woods…get it?) yang sang penyihir minta, yaitu sapi yang bulunya seputih susu, jubah yang warnanya semerah darah, sepatu emas, dan rambut yang warnanya kuning sekuning jagung. Well, dari empat barang ini kira-kira bisa menebak karakter yang mana saja yang akan berpapasan jalan dengan si tukang roti?

The Baker and Red Riding Hood

The Baker and Red Riding Hood

Anna Kendrick as Cinderella

Anna Kendrick as Cinderella

Saya suka bagaimana film ini menyambungkan plotnya sampai si tukang roti bisa ketemu dengan para karakter Disney yang lainnya. Yang agak absurd dan bikin ‘eh’ adalah ending nya yang nanggung. Kalau soal akting para pemainnya, jangan ditanya deh. Meryl Streep is superb, Anna Kendrick apalagi. Neng Anna dikenal lewat perannya sebagai Jessica di franchise Twilight. Pernah mendapat nominasi Oscar untuk aktris pendukung terbaik yang memperlihatkan kualitas aktingnya bisa diperhitungkan. Sayangnya, masih kalah pamor dengan si Bella Swan yang notabene aktingnya begitu-begitu saja. Damn you, franchise.

Emily Blunt disini berperan sebagai istri sang tukang roti, berbanding terbalik dengan perannya di Edge Of Tomorrow yang tough. Karakter yang paling saya suka adalah Red Riding Hood yang diperankan oleh Lilla Crawford. Polos, tapi selera humornya bikin kita yang nonton bisa ngakak. I was expecting more from Chris Pine, but I guess that’s all he can get.

Overall, it’s a fun movie with a lot of humor, but a kind of watch-only-twice movie. Mungkin karena ending nya yang nanggung, jadi bingung kalau mau bilang film ini bagus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 24, 2015 by in Movie, Review and tagged , .
<script type="text/javascript">
var uid = '67830';
var wid = '125069';
</script>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.popcash.net/pop.js"></script>
%d bloggers like this: