Amut's Blog

Blog about musics, books, movies or other things which Amut are interested

Rurouni Kenshin: The Legend Ends, Kenshin yang bukan lagi sebagai pengembara

Khusus untuk film yang ini, saya memang sengaja tidak mau intip review atau spoiler karena memang mau melihat langsung seperti apa akhir dari pertarungan Kenshin dengan Makoto Shisio. Ditambah setelah melihat film keduanya yang elemen anime dan manganya tidak ada sama sekali, jadi tidak mau berharap akan lihat versi yang beda di film yang ketiga ini.

Karena ini film ‘lanjutan’ dari film yang sebelumnya, kita kilas balik dulu ke akhir dari Kyoto Inferno (spoiler dikit yawww….). Kyoto Inferno berakhir dengan pertarungan Kenshin di kapal milik Shisio dengan Kaoru sebagai sandera. Upaya Kenshin untuk menyelamatkan Kaoru sia-sia karena sang gadis dilempar ke laut yang membuat sang ahli pedang berambut merah ini juga ikut terjun ke laut. Film ditutup dengan Kenshin yang terdampar di pantai yang akhirnya dibawa oleh seseorang.

Legend Ends movie poster

Legend Ends movie poster

Legend Ends dimulai dengan seseorang membawa pedang yang melihat seorang anak kecil dengan rambut merah yang sedang menggali lubang untuk mengubur banyak orang di satu padang terbuka. Disinilah kita tahu siapa anak itu dan juga orang yang membawa pedangnya. Tidak mau banyak mengulas karena ini salah satu adegan yang juga ada di OVA “Trust and Betrayal”. Fans Kenshin pasti tahu adegan ini dan yang bukan fans juga akhirnya tahu sedikit tentang masa lalu Kenshin. Cerita kemudian berpindah ke Kenshin yang siuman di satu tempat yang ternyata adalah tempat senseinya, Hiko Seijuro, sang master ke 13 dari Hiten Mitsurugi Ryu. Film kemudian banyak berpindah sudut pandang dari Kenshin, Shisio, sampai ke Misao dan pihak pemerintah Meiji hingga akhirnya ke pertarungan final di kapal milik Shisio.

Hiko and the redhead boy

Hiko and the redhead boy

Banyak elemen yang bisa direview dari film ini yang saya bagi jadi beberapa bagian:

Kenshin dan Hiko

“We meet again, baka deshi.”

Hehe…untuk fans Kenshin pasti tidak akan asing dengan istilah ini. Hiko memang memanggil Kenshin dengan sebutan itu yang dalam bahasa Inggris artinya “idiot apprentice.” And damn, you don’t call him ‘Shisou’ (master) for nothing. Jika di film-film sebelumnya kita melihat Kenshin sangat lihai dengan pedangnya sampai dipanggil Battousai (sebutan untuk seseorang yang menguasai ahli pedang) dan sebagai assasin yang sangat ditakuti di era Bakumutsu, di depan Hiko Kenshin tidak kelihatan jago sama sekali.

Hiko dan Kenshin

Hiko dan Kenshin

Hiko hanya menggunakan sepotong dahan pohon, tapi bisa membuat Kenshin babak belur. Eksekusi duel yang sangat bagus dan bikin saya yang melihatnya juga jadi ‘wow’. Masaharu Fukuyama-san menurut saya cocok jadi sang master. Karakternya yang kecewa dengan pilihan Kenshin meninggalkan dirinya, tapi juga sayang dengan sang murid (Kenshin ikut masternya sejak umur 8 tahun sampai 14 tahun) benar-benar kerasa sampai pada akhirnya sang master berpesan agar sang murid tidak merasa dirinya unworthy. Takeru-kun juga benar-benar total disini. Apalagi ketika memohon diajarkan jurus akhir dari Hiten Mitsurugi membuat kita yang nonton juga ikut-ikutan memohon. Unforgettable!

Kenshin dan Shisio

Okay, just forget Tatsuya Fujiwara-kun in Death Note because in this movie he is really the evil Shisio. Tidak banyak character development dari Kenshin dan Shisio di film ketiga ini. Semuanya melanjutkan dari apa yang sudah terjadi di film kedua. But, still adegan pertarungannya memang keren. Shisio vs Kenshin, Saito, Sanosuke and Aoshi? Damn!

2014_09_23_13_31_01

Kenshin vs Shisio

Kenshin dan Aoshi

Agak kecewa dengan pemilihan aktor yang jadi Aoshi karena di anime dan manganya Aoshi digambarkan sebagai sosok yang handsome, tapi di film kelihatan jadi lebih tua. And again, jika melihat dari konsep awalnya yang tidak ada elemen manga dan anime, mungkin ada alasannya. Walaupun begitu, adegan pertarungannya sangat berkesan.

Kenshin vs Aoshi

Kenshin vs Aoshi

Kenshin dan Kaoru

Sebenarnya mau nulis ini yang pertama, tapi di bagian akhir saja hehe…

Well, yang mengharapkan adanya reuni antara mereka berdua, harus saya bilang siap-siap kecewa. Saya sendiri agak kecewa karena elemen romance antara mereka baru ada di saat film mau berakhir (padahal ngarep adegan di dojo itu sama Kaoru dan bukan Megumi….oh well. Tenang…it’s just him being chilvarous).

Movie still yang cukup viral di internet, tapi tidak ada sama sekali di filmnya hiks...

Movie still yang cukup viral di internet, tapi tidak ada sama sekali di filmnya hiks…

Padahal di versi manga dan anime, bagian mereka berdua cukup intense menjelang pertarungan Kenshin dan Shisio. Ada satu bagian dimana Kenshin dan Kaoru duduk di atap dan Kaoru membuat Kenshin berjanji untuk pulang kembali bersamanya ke Tokyo. As sweet as that part may seems, it didn’t happen here. Perasaan Kenshin ke Kaoru hanya ditunjukkan oleh akting Takeru-kun yang panik ketika siuman begitu ingat tentang Kaoru, rasa bersalahnya karena tidak bisa menyelamatkan sang gadis, matanya yang berbinar ketika tahu Kaoru ternyata selamat (I really love this part) dan sekilas senyumnya ketika Kaoru menyambutnya di pantai walaupun dia sudah berdarah-darah.

Kenshin after battle with Shisio

Kenshin after battle with Shisio

Akhir dari film yang memunculkan mereka berdua cukuplah mengobati kekecewaan. Senyum malu-malunya Kenshin masih kebayang sampai saya nulis review ini hehe…

Dari segi music score dan sinematografi masih tetap diacungi jempol. Hiten karya Naoki Sato masih menghiasi adegan pertarungan puncak dan juga beberapa adegan yang memberi kesan megah. Music score ketika Kenshin bertemu lagi dengan masternya juga memorable. Sebagai film yang disebut ending, memang cukup bagus. Tapi jika dilihat dari asal mulanya dari manga, memang banyak kecewanya karena sangat berbeda. Rurouni Kenshin live action lebih kepada film yang benar-benar based on, tapi jalan cerita dan karakternya memang berbeda dari manganya.

Rurouni-Kenshin-The-Legend-Ends-2

Kalau dari segi karakter, saya memang lebih suka versi filmnya karena memang terlihat lebih dewasa dibanding manganya. Contohnya di film kedua saat Kenshin menemui Kaoru sebelum dia pergi ke Kyoto, Kaoru kelihatan sebagai a damsel in distress di manga dan anime, tapi di film Kaoru lebih tegar dan tanpa banyak mengeluarkan air mata akhirnya menyusul Kenshin ke Kyoto. Mungkin karena ini juga yang membuat Kaoru di film ‘tidak perlu diselamatkan’ setelah jatuh ke laut because she is strong and doesn’t need to be saved.
Selain itu ada adegan di Legend Ends yang lumayan kocak, tapi menyentuh juga ketika Kaoru dirawat oleh Sanosuke dan Yahiko. Kocak melihat ekspresi Sanosuke yang baru sadar Kaoru tidak ada di tempat tidurnya dan menyentuh karena melihat bagaimana mereka berdua mengkhawatirkan sang guru kendo. Satu hal yang tidak ada di anime dan bahkan di manganya.

Seperti postingan saya sebelumnya, masih ada satu lagi villain dari masa lalunya Kenshin, tapi sepertinya tidak akan dibuat menjadi film. Walaupun ada rumor tentang The Return setelah film ketiga ini, tapi masih belum jelas hingga sekarang. Jika memang iya, siap-siap bakal ada team anu dan anu karena kita akan ketemu dengan satu orang yang membuat luka di pipi Kenshin jadi tanda ‘x’. Tapi, untuk sekarang ini cukuplah ditutup dengan senyum malu-malu Kenshin di akhir film 🙂

Aww....siapa yang gak melting dikasih senyum begini hehe...

Aww….siapa yang gak melting dikasih senyum begini hehe…

Pic source: Official movie stills and screencaps from Legend Ends

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 11, 2015 by in Movie, Review and tagged , , , , , , , , , .
<script type="text/javascript">
var uid = '67830';
var wid = '125069';
</script>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.popcash.net/pop.js"></script>
%d bloggers like this: