Amut's Blog

Blog about musics, books, movies or other things which Amut are interested

Flash of Wind, cerita fiksi ditengah fakta sejarah Jepang

Sepertinya jarang-jarang saya bahas komik mengingat saat ini tablet dan e-reader sudah mulai menggantikan fungsi komik dan buku. Apalagi baca berita buku pelajaran di sekolah mau diganti tablet. Anyway, tiba-tiba mau membahas komik masih dari imbas nongolnya Rurouni Kenshin live action movie. Film yang based on manga populer ini (yang sudah saya bahas di tulisan sebelumnya) jadi mengingatkan saya akan satu manga lagi yang mengambil setting yang sama dengan memunculkan karakter dari para lawannya Kenshin pada era Bakumutsu. Inilah Flash of Wind.

Okita Soji dan Kamiya Seizaburo dengan seragam Shinsengumi di Flash of Wind

Okita Soji dan Kamiya Seizaburo dengan seragam Shinsengumi di Flash of Wind

Flash of Wind yang judul aslinya adalah Kaze Hikaru adalah cerita fiksi berlatar belakang sejarah Jepang di era Restorasi Meiji karangan Watanabe Taeko, era yang sama dengan setting Rurouni Kenshin di saat Kenshin masih menjadi hitokiri. Menceritakan Tominaga Sei, anak perempuan yang mencari jati diri pembunuh ayahnya dengan menyamar sebagai laki-laki dan bergabung dengan Serigala Mibu atau Shinsengumi. Sei merubah namanya menjadi Kamiya Seizaburo (hmm….that Kamiya name seems familiar) dan bertemu dengan para seniornya seperti Okita Soji dan Hajime Saito. Yang baca Rurouni Kenshin pasti familiar dengan Saito. That’s why this manga is very special. Setelah bergabung dengan Shinsengumi, petualangan Sei pun dimulai; termasuk jatuh cinta pada Okita Soji.

Kiri: Tominaga Sei, Kanan: Sei yang menyamar sebagai laki-laki

Kiri: Tominaga Sei, Kanan: Sei yang menyamar sebagai laki-laki

Manga ini terbit hampir bersamaan dengan Rurouni Kenshin, baik di Jepangnya maupun di Indonesia. Saya sendiri mengikuti komiknya sampai jilid belasan dan tidak tahu lagi bagaimana kelanjutannya. Terlupakan hingga akhirnya ingat lagi setelah melihat filmnya Rurouni Kenshin. Flash of Wind memang agak berbeda dengan Rurouni Kenshin karena tokoh utamanya adalah wanita. Sekilas mirip dengan Mulan, tapi di manga ini terlihat lebih real. Kita juga jadi tahu seperti apa kebiasaan wanita pada saat itu. Banyak cerita yang lucu juga termasuk pada saat Sei pertama kali datang bulan dan harus ‘mengungsi’ ke tempat geisha yang jadi tempat hiburan anak-anak Shinsengumi. Pengungsian Sei mesti berulang setiap bulan pada saat ‘tamu’nya datang hehe…Terakhir baca komiknya, yang tahu Sei adalah perempuan justru bukan Okita, tapi salah satu anggota Shinsengumi yang menyukai geisha teman Sei ini. Ketika saya coba googling ternyata Okita pun sudah mengetahui jati diri Sei, tapi sepertinya masih clueless dengan perasaan Sei.

Sei memang tokoh fiksi, tapi Okita, Saito dan Shinsengumi memang ada di sejarah asli. Di OVA dan filmnya Rurouni Kenshin, Okita dan Saito juga dimunculkan. Di anime Rurouni Kenshin pun sempat sekilas diperlihatkan Okita duel dengan Kenshin setelah pertempuran di Toba-Fushimi, tapi dihentikan oleh Saito yang ingin duel satu lawan satu dengan Kenshin. Jika Okita dan Saito bergabung dengan Shinsengumi, Kenshin bergabung dengan Ishin Shishi. Walaupun mengambil setting yang mirip dengan Rurouni Kenshin, tapi manga ini tetap berdiri sendiri dan tidak dianggap mendompleng Rurouni Kenshin. Belum tahu juga seperti apa endingnya, tapi jika si mangaka ingin mengikuti sejarah asli sepertinya tidak happy ending karena Okita meninggal akibat TBC di usia 24 tahun.

Advertisements

6 comments on “Flash of Wind, cerita fiksi ditengah fakta sejarah Jepang

  1. Mutmainah Purwanto
    June 1, 2015

    whee jadi asli cerita ini Soji okita meninggal ya? kirain malah si Hijikata yg meninggal. but thanks infonya 🙂

    • tri4mut
      June 1, 2015

      Bukan di cerita ini. Di sejarah asli Okita meninggal muda karena TBC. Saya juga sudah gak ngikutin lagi manganya setelah punya anak. Sempet google dan katanya manga ini masih berlanjut dan belum tamat.
      Terima kasih untuk comment nya 🙂

  2. Nabila febriana
    April 23, 2017

    Di Indonesia mana ini udah Ampe volume berapa ya

    • tri4mut
      April 23, 2017

      Nah, itu dia saya juga penasaran 😀 😀

  3. Diyah
    October 7, 2017

    Sudah sampai di vol. 32 kak. Okita sudah sadar sama perasannya xD
    Konflknya makin greget nih, apalagi Okita udah mulai nunjukin gejala sakit TBCnya di bagian terakhir komik. Sayang belum terbit lagi komiknya sejak 2014 lalu

    • tri4mut
      October 7, 2017

      Oh gitu ya…wah, saya udah gak ngikutin lagi padahal penasaran.
      Kalau gak terbit, di manga online masih bisa nyari kan? Kira-kira ada gak ya? hehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 10, 2015 by in Book, Rambling, Review and tagged , , , .
<script type="text/javascript">
var uid = '67830';
var wid = '125069';
</script>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.popcash.net/pop.js"></script>
%d bloggers like this: