Amut's Blog

Blog about musics, books, movies or other things which Amut are interested

My New Fair Princess, remake Sang Putri Huan Zhu

Well, it’s kinda a little bit late considering this one already made in 2011 dan sejak Chinese mode nya on lagi akhirnya baru tahu ada remake ini. Thanks to internet, bisa nonton yang ada English sub nya.

Left to right: Yungchi, Hsiao Yence, Cewei, Erkang in the 2011 My New Fair Princess

Left to right: Yungchi, Hsiao Yence, Cewei, Erkang in the 2011 My New Fair Princess

Versi remake ini pastinya lebih bagus dari segi efek dan sinematografi dari versi yang 1998 nya. Di episode-episode awal masih enjoy nontonnya. Setelah masuk episode belasan mulai agak bingung karena beberapa karakter yang di versi awal baru nongol di bagian kedua, di versi yang ini tiba-tiba udah nongol. Seperti Putri Qing’er yang udah nongol padahal Cewei belum buka rahasia soal jati dirinya yang sebenarnya putri Sang Kaisar.

Makin jauh episodenya, makin mix disana-sini. Ditambah lagi di versi ini ibunya Yungchi diceritakan masih hidup, sedangkan di versi 1998 Yungchi sudah ditinggalkan ibunya dari sejak kecil. Itulah yang membentuk dirinya di versi awal jadi sosok yang pendiam dan lebih fokus jadi a great prince. Dan yang lebih membuat miris adalah konfliknya lebih complicated. Well, you can imagine when your step mom, your future mother-in-law along with your step dad pair your love one with another woman. I don’t think I can take that if I have a situation like Xiao Yan Zi’s in this version. Dan juga scene antara Yungchi dan ibunya and how she threats Yungchi with being his mother and all, it’s a little bit close to home for me. Awalnya mau nonton sampai habis 98 episode, tapi lama-lama jadi ilfill.

Dan juga ada orang Inggris disini, Benjamin, yang aslinya juga namanya Benjamin. I’ve tried to google who he really is, but it’s hard. Si bule Benjamin ini amazingly lancer banget Chinese nya dan kadang dia bicara dengan English juga. Walaupun rada absurd ada bule di serial ini, tapi jika melihat sejarah, memang di era itu western sudah masuk ke China dan era Putri Huan Zhu ini sepertinya era dimana saat-saat jelang akhir dari dinasti kekaisaran disana.

Yungchi, Hsiao Yence, and Benjamin

Yungchi, Hsiao Yence, and Benjamin

Memang sih lebih bagus, tapi plotnya yang acak kadul, genrenya yang lebih komedi dibanding versi aslinya, dan chemistry cast nya yang banyak missed, jadi mengurangi banyak poin dari serial ini. Kelebihannya hanya di serial ini para pasangannya lebih eskpresif mengungkapkan cinta dibanding versi yang dulu. Saya pribadi lebih banyak skip nya liat versi yang ini, disamping gak tega liat Hsiao Yan Zi yang nelangsa terus dan Yungchi yang gak bisa say no ke ibunya, beberapa elemen yang krusial di versi awal malah gak diceritain.

Awalnya saya mengharapkan versi yang ini bisa lebih baik dari versi yang pertama (setidaknya seperti Pendekar Rajawali yang sudah diremake berulang-ulang dengan tetap pada cerita awal hanya efek dan sinematografi yang diperbarui), tapi cuma kecewa yang saya dapat. Yang namanya remake jadi benar-benar remake. Saya sampai gak kenal lagi sama Hsiao Yence yang dulu sangat saya suka.

Well, sepertinya saya balik ke pendapat awal untuk lebih memilih yang versi 1998. And a little bit suggestion for whomever who wants to make a reboot or whatever, please stick to the original one instead making a new one. It’s kind of confusing and disappointing, you know.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 14, 2014 by in Chit Chat, Rambling, Television and tagged , , .
<script type="text/javascript">
var uid = '67830';
var wid = '125069';
</script>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.popcash.net/pop.js"></script>
%d bloggers like this: